karya tulis ilmiah tentang limbah

ContohContoh Karya Ilmiah Tentang Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Doc - Berikut ini, kami dari WebDatabab3skripsiinformatika, memiliki informasi terkait Judul : KARYA, TULIS, ILMIAH, PEMANFAATAN, LIMBAH, SERBUK, KAYU, KULIT, LOMBAKARYA TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL TENTANG CAGAR BUDAYA TAHUN 2014. 1. Judul Karya Tulis : Optimalisasi Potensi Cagar Budaya Berbasis Teknologi di Kabupaten Purbalingga. 2. katup limbah (waste valve), katup penghantar (delivery valve), katup udara (air valve) dan ruang udara 9 (air chamber). Bahan-bahan untuk membuat pompa Hidrant Adapunmanfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk menyelesaikan tugas pada pelajaran bahasa Indonesia. 2. Sebagai bahan dalam memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat dalam meningkatan kesehatan pada masing-masing anggota keluarga meraka. 3. Janganmenjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat mempersembahkan karya tulis ilmiah dengan judul Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam Di dalam penulisan karya 14 manfaat penulisan manfaat penulian karya tulis ini adalah memperkaya khasanah pengetahuan tentang usha kreatif yang bernilai ekonomis sebagai salah satu mengurangi terjadinya kerusakan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan karya tulis seperti ini, wawancara yang penulis laksanakan dapat tercatat dengan rapi dan dapat kita pelajari kembali Freund Flirtet Ständig Mit Anderen Frauen. 80% found this document useful 10 votes25K views8 pagesDescriptionkarya ilmiah pemanfaat sampah "apa itu sampah?" dan "bagaimana solusi cara mengatasi sampah?"Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?80% found this document useful 10 votes25K views8 pagesKarya Ilmiah "Pemanfaatan Sampah"Descriptionkarya ilmiah pemanfaat sampah "apa itu sampah?" dan "bagaimana solusi cara mengatasi sampah?"Full description KERANGKA KARYA ILMIAH Kata Pengantar Daftar Isi BAB 1 Pendahuluan Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Metode Penelitian Tujuan Penelitian Sistematika Penelitian Manfaat Penelitian BAB 2 Pembahasan Pengertian Limbah Macam-macam Limbah Dampak Limbah terhadap Pencemaran Air Bersih Upaya Mencegah dan Menanggulangi Limbah Tindakan Prefentif Tindakan Kuratif BAB 3 Penutup Kesimpulan Saran Daftar PustakaKATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Karya tulis yang berjudul Dampak Limbah terhadap Pencemaran Air Bersih ini bertujuan untuk memenuhi tugas pelajaran Bahasa Indonesia kelas sembilan SMP N 4 Cirebon. Atas selesainya karya tulis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat 1 Bapak Suhendi Warna, selaku kepala SMP N 4 Cirebon yang telah menjadikan penulis sebagai siswa-siswi SMP N 4 Cirebon. 2 Ibu Ipah Latifah selaku wali kelas penulis dan guru bahasa Indonesia SMP N 4 Cirebon yang telah membimbing, dan memberikan semangat kepada kami hingga selesainya karya tulis ini. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada orang tua penulis yang selalu memberikan doa dan dukungan yang tulus kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini. Akhir kata, semoga dukungan, dorongan, dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis selama ini mendapat balasan yang lebih baik dari Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana, Amin. Cirebon, 18 Februari 2013 Penulis i Daftar Isi Kata Pengantar ........................................................................... i Daftar Isi ..................................................................................... ii Bab 1 Pendahuluan ..................................................................... Latar belakang Masalah ............................................... 1 Rumusan Masalah ........................................................ 1 Metode Penelitian ........................................................ 1 Tujuan Penelitian .......................................................... 1 Sistematika Penelitian ................................................... 1 Manfaat Penelitian ........................................................ 2 Bab 2 Pembahasan Pengertian Limbah ....................................................... 3 Macam-macam Limbah ............................................... 3 Dampak Limbah terhadap Pencemaran Air Bersih ........ 4 Upaya Mencegah dan Menanggulangi .......................... 4 Tindakan Preventif ............................................... 4 Tindakan Kuratif .................................................. 4 Bab 3 Penutup Kesimpulan ................................................................... 5 Saran ............................................................................ 5 Daftar Pustaka ............................................................................ 6 ii 1 Bab 1 Pendahuluan Latar belakang Sudah kita ketahui, bahwa didunia ini limbah melimpah khususnya di Indonesia, beberapa limbah yang tercemar, baik itu limbah industri maupun limbah rumah tangga pemukiman. Limbah pemukiman dapat terjadi karena adanya pembuanga sisa-sisa. Limbah industri, dari produksi oleh para pemukiman penduduk atau rumah tangga. Limbah pemukiman juga dapat disebabkan oleh tumbuh-tumbuhan dan hewan yang membuang kotoran sembarangan tempat, seperti di jalan, di kaki lima, dan dimana saja semaunya. Limbah juga banyak diprediksi oleh para ahli limbah yang banyak membuktikan bahwa pencemaran air bersih ialah limbah pemukiman masayarakat, seperti bungkus-bungkus makanan, bungkus deterjen dan sebagianya. Limbah pemukiman masayarakat sangat banyak dampaknya bagi pertumbuhan makhluk hidup terutama bagi manusia, seperti penyakit diare, tifus bahkan ada juga yang demam, batuk berdarah karena virus yang berasal dari sampah yang tidak diolah dengan baik. Limbah pemukiman masyarakat sudah merupakan salah satu hal yang harus ditangani dengan baik dan benar. Karena sudah diprediksimenjasi sumber dari segala masalah yang ada di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan ini pemerintah sudah menerapkan salah satu hal untuk mencegah hal tesebut yaitu dengan membuat peraturan di sekitar lingkungan masyarakat. Rumusan Masalah Bagaimanakah dampak limbah terhadap pencemaran air bersih ? Bagamanakah cara menanggulangi limbah tersebut ? Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pengumpulan data untuk mendapatkan gambaran tentang limbah di Indonesia. Tujuan Penelitian Untuk memberikan kesadaran kepada kita betapa pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan, Agar siswa-siswi belajar hal mengenai limbah yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah di sembarangan tempat. 2 Sistematika Penelitian - Menentukkan Tema - Merumuskan Judul - Menentukkan Tujuan - Mencari refrensi - Memilah-milah data - Mengelola Data - Menyusun kerangka karangan - Mengembangkan kerangka karangan Manfaat Penelitian Jika pencemaran limbah belum terjadi, maka kita berusaha untuk tidak membuat limbah pemukiman pada masyarakat dan Jika limbah itu sudah terjadi, maka kita harus bisa menanganinya dengan baik dan benar. 3 Bab 2 Pembahasan Pengertian Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Macam-macam Limbah • Limbah Cair, seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. • Limbah Padat • Limbah Gas dan partikel • Limbah Beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusiadan lingkungan. Limbah Beracun Terdiri Dari - Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimiadapat menghasilkangasdengansuhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan. - Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api,gesekan atausumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyalaakan terus terbakar hebatdalam waktu lama. - Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan ataumenerima oksigenatau limbah organik peroksidayang tidak stabil dalam suhu tinggi. Sampah Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, tiksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek thermal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. 4 Dampak Limbah terhadap Pencemaran Air Bersih Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah, antara lain • Berkurangnya jumlah oksigen yang digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah. • Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang mengahasilkan oksigen. • Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air, dan merasuni berbagai organisme air. • Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan enceng gondok eichornia crassipes. • Tumbuhan air yang mati membawa akibat prose pembusukan tumbuhan ini akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan. • Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan. • Pertumbuhan ganggang dan enceng gondok yang tidak terkendali emnyebabkan permukaan air danau tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya fotosintesis. Upaya Mencegah dan Menaggulangi Limbah Tindakan Prefentif • Tidak membuang sampah kesungai • Tidak memakai deterjen secara berlebihan • Tidak melakukan pembuangan industri yang mengandung Pb,Hg, Zn karena dapat mencemari lingkungan / peraiaran. Tindakan Kuratif • Mengelolah sampah • Membuang sampah ditempatnya • Tidak membuang sampah kesungai 5 Bab 3 Penutup Kesimpulan Dari uraian dan pembahasan sebelumnya maka didapat kesimpulan sebagai berikut Dampak dari limbah berdampak negatif bagi manusia. Dapat menimbulkan penyakit, banjir, kurangnya air bersih, dan lain-lain. Untuk mencegah limbah pemukiman dilakukan antara lain Tidak membuang sampah kesungai Tidak melakukan pembuangan industri yang mengandung Hg, Zn karena dapat mencemari lingkungan . Membuat undang-undang tentang pencemaran air. Saran Setelah pembaca membaca karya tulis ini, penulis menyarankan beberapa hal • Tidak membuang sampah sembarangan • Mengelolah sampah dengan baik • Dapat menanggulangi limbah dengan baik 6 Daftar Pustaka Mintarjo, Sri. 2007. Air Meluap Timbullah Bancana. Pakar Raya Pakarnya Pustaka. Klaten. Trafford, Caren. 2010. Dunia Penuh Sampah. Al-Mujahid, Riezwan. 2 Desember 2012. Pengertian Limbah. Suryadi, Pandi. 20 Januari 2011. Dampak Pencemaran Air oleh Limbah. . Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free URGENSI PENGELOLAAN SAMPAH DI PERAIRANDALAM MENCAPAI TUJUAN PEMBANGUNANBERKELANJUTAN SDGsMakalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah TPB Bahasa IndonesiaDibuat oleh Arkan Naufal Rasyiq 230110190063Bio Drajat Alamsyah 230210190010Probowati Isworo G. 140410190073Rahma Safira Athar 200110190097Salwa Viska Nadlira 130110197001UNIVERSITAS PADJADJARANSUMEDANG2019 Kata PengantarPuji syukur kami ucapkan kepada Allah swt. atas limpahan rahmat sertakarunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah ini. Shalawatdan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarga,sahabat, dan pengikutnya hingga akhir bersyukur dapat menyelesaikan karya ilmiah yang menjadi tugasmata pelajaran Bahasa Indonesia dari dosen Bahasa Indonesia kelas TPB ilmiah ini kami beri judul “Urgensi Pengelolaan Sampah di Perairan DalamMencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs”. Kami berterima kasih kepada teman-teman kelompok ini yang telahberusaha mengerjakan tugasnya masing-masing sehingga karya ilmiah ini dapatselesai tepat waktu. Kami juga berterima kasih kepada Dosen Bahasa Indonesiakelas TPB 92 yang telah mengajarkan kami bagaimana cara membuat karyailmiah yang berharap tugas ini dapat bermanfaat bagi kami tentunya sebagaipenulis dan bagi pihak-pihak yang membaca ini, terutama dalam hal menambahpengetahuan mengenai ekosistem laut dan pengaruh dari pencemarannya pun menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyakkekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami mengharapkanadanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang akan kami buat di masayang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran 15 November 2019Penulis2 Daftar IsiKata Pengantar.......................................................................................................2BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... Latar Belakang............................................................................................. Rumusan Masalah........................................................................................ Tujuan dan Manfaat.....................................................................................4BAB II Tinjauan Pustaka....................................................................................... Sampah........................................................................................................ Laut.............................................................................................................. SDG’s point 14 Kehidupan Bawah Laut................................................5BAB 3 PEMBAHASAN.......................................................................................... Metode Penelitian...................................................................................... Isi................................................................................................................. Sewage.................................................................................................. Refuse................................................................................................... Human erecta........................................................................................ Ekosistem laut....................................................................................... Peran Pemerintah dan Mahasiswa dalam Menjaga Laut......................7BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN................................................................. Kesimpulan................................................................................................ Saran..........................................................................................................9Daftar Pustaka......................................................................................................103 BAB I Latar BelakangSalah satu dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SustainableDevelopment Goals SDGs berfokus pada ekosistem merupakan negara peringkat dua dunia sebagai penyumbangsampah plastik ke laut yang mencapai 187,2 juta ton. Apabila kelestarian air lauttercemar oleh limbah secara terus-menerus dalam skala besar dan konsentrasiyang tinggi, maka dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem laut yang akanberdampak pada kelestarian alam Ningsih, 2018.Pencemaran air laut yang terjadi perlu untuk dikendalikan karena denganadanya pencemaran air laut dapat mnegurangi pemanfaatan dari air laut sebagaikebutuhan utama dan salah satu faktor dalam pembangunan perkelanjutan,pencemaran dikendalikan bersama-sama bukan hanya oleh pemerintah sebagaipemegang kekuasaan dan pemangku kepentingan yang melakukan perlindunganlingkungan hidup dalam pembangunan berkelajutan namun masyarakat juga harusturut serta ikut mengendalikan pencemaran sampah dalam air laut, karenapemerintah atau masyarakat merupakan faktor manusia yang dapat menimbulkanpencemaran air laut dengan beberapa faktor penyebab, salah satunya adalahsampah Kurniadi & Hizasalasi, 2017. Rumusan Masalah1. Apa tindakan pemerintah dalam melakukan perlindungan ekosistem laut?2. Apa peran mahasiswa berkaitan dengan tujuan SDGs nomor 14? Tujuan dan ManfaatPenulisan makalah ini bertujuan untuk mendalami materi tentangpentingnya ekosistem laut bagi kehidupan dan tindakan yang dapatdilakukan untuk mengurangi pencemaran laut berkaitan dengan tujuanSDGs nomor BAB II Tinjauan SampahSampah dibagi dalam 2 jenis yang dibagi berdasarkan sifatnya yaitusampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik basah berasal darimakhluk hidup seperti dedaunan dan sampah dapur. Sampah ini bersifatdegradable yaitu mudah terurai secara alami. Sedangkan, sampah anorganik kering seperti karet, plastik, sedotan, kaleng bersifat undegradable yaitu sulitatau bahkan tidak dapat LautHabitat di laut terbagi dalam 3 bagian yaitu secara horizontal, vertikal dangaris lintang. Jika secara horizontal habitat laut dapat dibagi menjadi habitatlautan terbuka dan habitat lautan pesisir, namun kebanyakan kehidupan laut dapatditemui di habitat pesisir karena habitat lautan terbuka terletak di samudra dalamdi landas benuaJika secara vertikal habitat laut dapat dibagi menjadi habitat pelagik perairan terbuka , demersal di atas dasar laut , dan bentik dasar laut . Untukpembagian menurut garis lintang dapat dibagi dari perairan tropis, sedang SDG’s point 14 Kehidupan Bawah LautTujuan pembangunan berkelanjutan PBB SDG’s point ke 14 ditujukanuntuk melestarikan, menggunakan lautan dan sumber dayanya untukpembangunan yang berkelanjutan. Terdapat indikasi bahwa “gross marineproduct” GMP akan sangat berguna untuk mencapai tujuan ini Surya, 2018.Dalam mengelola ekosistem ini dengan baik dan secara efektif akan dapatmembantu menghapus kemiskinan, mengembangkan ekonomi yang berkelanjutandan adaptasi dengan perubahan lingkungan global. Namun, para pakar sumberdaya internasional sebagian besar masih berfokus pada barang dan jasa dariekosistem BAB 3 Metode PenelitianPada penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian penelitian korelasional ialah suatu metode yang bertujuan untuk mengkajitingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lainberdasarkan keofisien korelasi. IsiSampah memiliki banyak pengertian dalam lingkup ilmu prinsipnya, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang darisumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai fungsiatau nilai ekonomis. Sampah memiliki bentuk yang berbeda – beda dalam setiapfase materi, yaitu padat, cair dan dibagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampahbasah atau sampah organik ialah sampah yang berasal dari makhluk hidup, sepertidedaunan. Sampah organik sangat mudah terurai secara alami. Sampah keringatau sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat terurai. Jika diurai lebihmendalam, sampah dibagi sebagai berikut Sewage Air limbah buangan rumah tangga dan limbah dari pabrik termasukkedalam sewage. Pada umumnya limbah dari pabrik maupun limbah rumahtangga dibuang sembarangan ke sungai atau laut tanpa penyaringan terlebihdahulu. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran Refuse Refuse adalah bahan sisa proses industri atau hasil sisa dari kegiatanrumah tangga. Refuse dibagi menjadi garbage sampah lapuk dan rubbishsampah tidak mudah lapuk. 6 Sampah lapuk ialah sampah sisa-sisa pengolahan rumah tangga atau hasilsampingan dari kegiatan produksi bahan makanan. Sedangkan sampah tidakmudah lapuk ialah sampah yang tidak bisa lapuk sama sekali, seperti tidak mudah lapuk sangat sulit terurai, tetapi dapat terurai secara alamidalam kurun waktu yang Human erectaBahan buangan yang dikeluarkan oleh tubuh manusia sebagai hasilpencernaan merupakan pengertian dari human erecta. Contoh dari human erectaialah tinja dan air seni. Sampah manusia ini dapat berbahaya bagi kesehatankarena bisa menumbuhkan penyakit yang disebabkan bakteri dan Ekosistem lautEkosistem laut ialah suatu hubungan atau suatu keseimbangan antaraaspek-aspek yang ada di wilayah laut. Ekosistem laut ini didominasi oleh perairanasin yang sangat luas dan merupakan ekosistem yang menjadi tempat tinggalberbagai macam biota laut, mulai dari hewan ber sel satu, avertrebrata air,mamalia hingga tanaman-tanaman laut seperti terumbu karang dan Peran Pemerintah dan Mahasiswa dalam Menjaga LautBeberapa tindakan dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, antara lain 1. Pencegahan dan pengendalian pencemaran laut olehindustri yang dilakukan secara terpadu dan terencanadengan dukungan peraturan perundang-undangan,kebijakan pemerintah dan kelembagaan pengelola sertaSDM yang Penggalangan kerjasama antara pemerintah dengankalangan industri dalam rangka pencegahan danpengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem satunya dengan mewajibkan industri memiliki SistemPengolahan Limbah Selain itu, kita sebagai mahasiswa dapat ikut serta dalam menjagaekosistem laut dengan melakukan beberapa hal, antara lain 1. Ikut aktif dalam mendukung program-program pemerintahdalam perihal menjaga ekosistem seminar kemasyarakat tentang ekosistem laut dan bahaya membuangsampah ke Tidak membuang sampah sembarangan serta berkreatifitasdengan cara mengolah sampah yang tidak terpakai menjadibarang yang BAB IV KESIMPULAN DAN KesimpulanBerdasarkan uraian di atas, maka kami dapat mengambil beberapakesimpulan sebagai berikut 1. Dari segi kandungannya, sampah mengandung zat-zat yang dapatmembahayakan organisme Sampah anorganik yang dibuang ke laut akan menumpuk danmenghalangi kehidupan organisme Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari laut menjadi alasanmengapa poin SDGs ke 14 harus SaranKami memberikan beberapa saran terhadap permasalahan yang muncul,yaitu 1. Pencemaran laut oleh sampah harus segera Sampah sebaiknya dipastikan dulu bebas dari zat-zat berbahayasebelum dibuang ke Pemerintah sebaiknya segera membuat program yang efektif untukmenanggulangi pencemaran laut Mahasiswa sebaiknya sadar dan turut berperan aktif dalammenjalankan SGDs khususnya pada poin 14 Daftar PustakaKurniadi, H., & Hizasalasi, M. 2017. Strategi Kampanye Diet Kantong Plastik Oleh Gidkp Di Indonesia. 2th Celscitech-UMRI 2017, 2, 73– R. W. 2018. Dampak Pencemaran Air Laut Akibat Sampah Terhadap Kelestarian Laut Indonesia. Jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, May, 0– R. Z. 2018. BERKELANJUTAN / SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS TPB / SDGs PADA RENCANA. 41, 8– ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. KARYA ILMIAH USAHA DAUR ULANG SAMPAH Disusun oleh Nama Rima Puspitasari NIM Kelas 11-S1TI-12 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011/2012 ABSTRAK Berbagai aktivitas manusia yang memanfaatkan sumber daya alam mempunyai konsekuensi berupa sampah. Jumlah sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat bergantung dari jenis barang yang kita konsumsi. Selain mencemari lingkungan, banyaknya limbah di permukaan bumi juga menimbulkan bau busuk dan pemandangan yang tidak sedap. Oleh karena itu, usaha pengelolaan limbah patut dilakukan. Sampah dapat dibedakan jadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti daun-daunan dan sampah dapur. Sampah organik dapat diuraikan secara alami. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat diuraikan secara alami, seperti plastik, logam, dan kaca. Teknologi yang dapat digunakan dalam memanfaatkan limbah adalah teknologi biogas. Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri dalam kondisi tanpa udara bakteri anaerob. Biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pada zaman sekarang ini,kebanyakan masyarakat di Indonesia sering membeli barang dengan menggunakan metode sekali buang. Misalnya,masyarakat yang membeli makanan yang berbungkus, bungkusnya di buang begitu saja. Bagi orang orang yang tidak berpikir betapa pentingnya barang bekas tersebut,mereka hanya membuangnya begitu saja tanpa memperhatikan dampak dan keuntungan dari bahan tersebut. Di era globalisasi ini juga,seperri yang kita ketauhi bahwa peristiwa global warming sedang dialami oleh seluruh Negara di dunia,termasuk di Indonesia .Faktor yang menyebabkan global warming,diantaranya yaitu pembakaran plastik yang menghasilkan karbon dioksida yang dapat pula merusak lapisan ozon bumi. Salah satu siasat untuk memperkecil dampak global warming yaitu memilah milah sampah serta memisahkan sampah yang bisa di manfaatkan dan sampah yang tidak bisa di manfaatkan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas,muncul permasalahan sebagai berikut. 1. Bagaimana cara mendaur ulang barang bekas ? 2. Apa keuntungan dari mendaur ulang barang bekas ? 3. Bagaimna cara mengolah barang tersebut menjadi satu usaha yang unik? C. Tujuan Sesuai dengan permasalahan diatas,tujuan yang dapat kita capai dalam penelitian ini adalah 1. Mengetahui cara mendaur ulang barang bekas 2. Mengetahui manfaat dari mendaur ulang barang bekas D. Manfaat Penilitian 1. Bagi para ibu rumah tangga,pendaur ulangan barang bekas ini sangat berguna,yaitu supaya tidak menumpuk barang bekas yang tidak bermanfaat. 2. Bagi para pengrajin,pendaur ulangan ini bisa di manfaatkan sebagai peluang usaha. 3. Bagi lingkungan,pendaur ulangan ini bisa mengurangi penumpukkan sampah di TPS yang bisa mengurangi dampak global warming. 4. Bagi peneliti,penelitian ini bisa di jadikan sebagai pelajaran dan bisa di manfaatkan sebaik mungkin. E. Sistematika penulisan Di samping karya ilmiah ini harus bersifat ilmiah, juga harus tersusun secara sistematis. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut Dalam sistematika penulisan karya ilmiah ini diawali dengan isi yang terdiri dari beberapa Bab . BAB II PEMBAHASAN Sampai saat ini sampah merupakan masalah serius di negeri ini, terutama di kota-kota besar dengan jumlah penduduk yang melebihi batas. Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya menjadi masalah sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang recycling. Kertas bekas akan di daur ulang oleh industri kertas, sampah plastik dan kaca akan di daur ulang menjadi bahan baku industri, sedangkan sampah organik dapat mengembangkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan. Daur ulang adalah salah satu cara yang digunakan untuk meminimalkan jumlah sampah yang ada untuk meningkatkan nilai ekonomisnya menjadi barang-barang yang berguna. Daur ulang merupakan proses untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi. Salah satu usaha daur ulang adalah daur ulang pada produk berbahan kaca. Banyak cara yang digunakan oleh para pengrajin untuk menyulap sampah kaca menjadi bisnis daur ulang dengan cara memanfaatkan kaca-kaca bekas sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan. Salah satunya adalah benda seni berupa kerajinan gelas dari bahan pecahan kaca. Selain terkesan mewah, bentuknya yang unik akan menarik para konsumen. Ini bisa menjadi peluang bisnis yang cukup menggiurkan dengan kerajinan berbahan baku pecahan kaca. Bahan yang dibutuhkan adalah pecahan kaca atau pecahan botol bekas, toples bekas dan apa saja yang berbahan kaca. Bahan baku tersebut dibersihkan dari bahan kontaminan, dicuci hingga bersih dan dilebur dalam tungku pemanas bersuhu derajat Celcius selama 24 jam. Setelah benar-benar meleleh, selanjutnya kaca itu dibentuk sesuai dengan keinginan. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang. Proses lainnya yang juga bisa dilakukan adalah bahan kaca yang sudah didapat dilakukan pemotongan dan dimodifikasi sesuai desain yang diinginkan misalnya dalam bentuk mainan maupun kerajinan. Berbagai bentuk dapat di bentuk dari limbah-limbah kaca itu menjadi bentuk baru dengan nilai tambah didalamnya. Mulai vas, kap lampu, maupun bentuk baru berupa mainan, antara lain, berbentuk senjata api, kereta api, mobil, helikopter, sepeda motor, andong, becak, dan alat musik drum, gapura, lampu hias dan yang lainnya. Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi yaitu mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 15 juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitan proses pembuatan. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian di atas,dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Barang bekas seperti kertas,bahan bangunan,elektronik,baterai,logam dan bahan lainnya dapat di daur ulang. 2. Barang bekas yang sudah di daur ulang ternyata banyak manfaatnya,seperti mengurangi dampak dari global warming,menjadi peluang usaha,melatih kekreatifitasan seseorang 3. Barang Bekas dapat di daur ulang dan dapat di buat usaha yang menjajikan. B. Saran Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. para ibu rumah tangga dapat memanfaatkan penelitian ini untuk mengolah barang bekas yang berserakan di sekitar rumah. 2. para pengrajin,penelitian ini dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang dapat menghasilkan uang. 3. Peneliti dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai kajian awal untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA 1 PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DAN LIMBAH MARMER SEBAGAI BAHAN BAKU ORNAMEN BANGUNAN UNTUK SOLUSI PENANGANAN PENCEMARAN LINGKUNGAN BIDANG KEGIATAN PKM-GT Oleh FERI EFENDI NIM 309522319003/2009 ARIS WIBOWO NIM 107521412524/2007 WIDYA KARYA K. NIM 309522318999/2009 UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG 2010ii HALAMAN PENGESAHAN USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1. Judul Kegiatan Pemanfaatan Sampah Plastik dan Limbah Marmer sebagai Bahan Baku Ornamen Bangunan untuk Solusi Penanganan Lingkungan 2. Bidang kegiatan PKM-AI √ PKM-GT 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap Feri Efendi b. NIM 309522319003 c. Jurusan Teknik Sipil dan Bangunan d. Universitas/Institut/Politeknik Universitas Negeri Malang e. Alamat RT 03 RW 02 Kepuh Boyolangu Tulungagung 4. Anggota Pelaksana Kegiatan 2 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar Hanni Elitasari Mahaputri b. NIP 197308221999031001 c. Alamat Rumah dan Telp/HP Jl. Dirgantara BXI/28 Malang, 0341712952 Malang, 22 Februari 2010 Ketua Jurusan Ketua Pelaksana, Drs. Adjib Kardjanto, , Feri Efendi NIP. 131760391 NIM. 309522319003 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dosen Pendamping, Drs. Kadim Masjkur, M. Pd Hanni Elitasari Mahaputri NIP. 195412161981021001 NIP. 197308221999031001 iiii KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmatnya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Pemanfaatan Sampah Plastik dan Limbah Marmer sebagai Bahan Baku Ornamen Bangunan untuk Solusi Penanganan Pencemaran Lingkungan. Karya ilmiah ini diajukan guna mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Tertulis PKM- GT 2010. Penyusunan PKM-GT ini dapat diselesaikan atas bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu kami dengan tulus hati menyampaikan ucapan terima kasih kepada 1. Bapak Drs. Kadim Masjkur, selaku Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan 2. Bapak Drs. Adjib Kardjanto, , selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil. 3. Bapak Dr. Priyono selaku dosen pendamping yang senatiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada kami. 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan do’a dan semangat, beserta segenap Tim Penalaran Universitas yang telah memberi kesempatan dan fasilitas dalam penyelesaian PKM-GT ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga karya ilmiah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Kami menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Malang, 22 Februari 2010 Penyusun iiiv DAFTAR ISI Lembar Identitas dan Pengesahan ................................................................. i Kata Pengantar ............................................................................................ii Daftar isi ................................................................................................ …iii Daftar Tabel ............................................................................................... iv Ringkasan ................................................................................................... v PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Tujuan .................................................................................................... 2 C. Manfaat ................................................................................................. 2 GAGASAN ................................................................................................ 3 A. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan ...................................................... 3 B. Solusi yang Pernah Diterapkan ............................................................... 5 C. Perbaikan Solusi Terdahulu .................................................................... 6 D. Partisipasi ............................................................................................... 7 E. Langkah Strategis untuk Mengimplementasikan Gagasan ....................... 7 KESIMPULAN ......................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 10 DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN iiiv DAFTAR TABEL Tabel Perkiraan biaya pembuatan ornamen bangunan per m2………………7 ivvi RINGKASAN Pemanasan global merupakan ancaman bagi seluruh dunia, yang salah satunya disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat plastik. Karena untuk membuatnya saja, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang. Kebutuhan akan plastik sudah sangat banyak sekali, hal ini menyebabkan sampah plastik yang dihasilkan sangat banyak plastik ini mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Limbah marmer dari industri-industri marmer di Indonesia sangat banyak jumlahnya. Limbah marmer ini oleh masyarakat masih belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan limbah marmer ini malah mencemari sungai. Akibatnya sungai-sungai disekitar industri marmer ini tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Jika hal ini tidak ditangani maka pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan limbah marmer akan semakin parah saja. Salah satu solusinya yaitu memanfaatkannya kembali untuk didaur ulang menjadi barang yang berguna. Di karya ilmiah ini sampah plastik dan limbah marmer akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan ornamen bangunan. Metode penulisan yang digunakan yaitu kualitatif atau kajian pustaka. Pertama, mengumpulkan bahan pustaka yang relevan dengan topik yang ditulis baik dari media cetak, makalah maupun internet. Kedua, bahan – bahan yang dikumpulkan kemudian ditelaah dan dianalisis kemudian disaring kembali menjadi sebuah karya tulis. Ketiga, dari bahan – bahan tersebut dapat diambil kesimpulan yang langsung ditarik dari rumusan masalah yaitu tentang pemanfaatan sampah plastik dan limbah marmer sebagai bahan baku ornamen bangunan untuk solusi penanganan pencemaran lingkungan. Semua data yang ada ditulis secara sistematis menurut buku pedoman penulisan. Setelah semua data dan masukan – masukan dari berbagi sumber yang kompeten dan relevan, kemudian dilakukan revisi karya tulis. Sampah plastik dan limbah marmer selama ini hanya dipandang sebelah mata dan keberadannya telah mencemari lingkungan hidup. Padahal jika masyarakat mengerti kedua limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi suatau barang yang berguna. Oleh sebab itu perlu adanya penanganan terhadap kedua bahan tersebut. Penulis mempunyai ide untuk menggabungkan kedua bahan tersebut menjadi alternatif ornamen bangunan. Proses pembuatannya sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja dengan sedikit pelatihan. Ornamen bangunan ini lebih ekonomis daripada ornamen bangunan lainnya misalnya batu bahan yang digunakan terbuat dari pemanfaatan sampah. Kondisi lingkungan saat ini akibat sampah plastik dan limbah marmer sudah sangat memprihatinkan. Ini diakibatkan oleh jumlah kebutuhan plastik dan marmer yang sangat tinggi sehingga menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan tinggi pula. Untuk menanganinya salah satu caranya yaitu memanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna. Proses pembuatan ornamen bangunan ini sangat sederhana dan produk yang dihasilkan lebih murah dari ornamen lain. Karya ilmiah ini direkomendasikan untuk dibaca dan dipahami oleh semua kalangan masyarakat yang peduli dan cinta terhadap lingkungan. v1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemanasan global merupakan ancaman bagi seluruh dunia, yang salah satunya disebabkan oleh pencemaran lingkungan akibat plastik. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang lalu, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta hingga 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang. Karena kebutuhan akan plastik sangat banyak maka sampah yang dihasilkan menjadi banyak pula. Sampah plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi terurai dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas, dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan plastik, berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut. Saat ini sampah plastik sudah sangat banyak jumlahnya. Di Indonesia saja diperkirakan terdapat ton sampah plastik per hari. Sampah plastik ini mencemari lingkungan sekitar masyarakat. Dampak yang diakibatkan oleh sampah plasik ini sangat banyak, anatra lain • Tercemarnya tanah, air tanah, dan makhluk bawah tanah. • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing. • PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan. • Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah. • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah. • Sampah plastik ini menyumbat aliran air sungai sehingga di musim kemarau sering terjadi banjir. • Sampah plastik mengeluarkan zat yang berbahaya bagi organisme – organisme hewan di air sehingga menyebabkan hewan – hewan tersebut mati. Limbah marmer dari perusahaan – perusahaan misalnya di Tulungagung sangat melimpah jumlahnya. Puluhan perusahaan marmer setiap hari mengebom gunung, memecah batu marmer dan memolesnya sebagai barang siap jual yang dipasarkan hingga ke mancanegara. Namun, dalam proses itu, perusahaan marmer juga menghasilkan volume limbah marmer yang tidak sedikit, bahkan tergolong melimpah, misalnya saja di daerah Tulungagung. Dalam sekali produksi volume limbah yang dihasilkan diperkirakan 5-10%. Jika sebuah perusahaan memproduksi 20 ton per hari berarti volume limbah yang dihasilkan sekitar 1-2 ton per hari. Itu merupakan jumlah yang sangat Pecahan-pecahan kecil dari bongkahan atau hasil olahan yang rusak itu biasanya tidak dimanfaatkan lagi oleh perusahaan marmer. Limbah ini diletakkan begitu saja di daerah tambang dan sebagian lainnya malah mencemari sungai-sungai di sekitar warga. Hal ini menyebabkan tercemarnya lingkungan akibat limbah marmer. Oleh masyarakat di sekitar area pabrik, seperti di Desa Besuki, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulugagung, pecahan kecil batu marmer ini digunakan sebagai pengganti aspal untuk menutup jalanan berlubang. Jalan di daerah tersebut memang banyak yang rusak dan berlubang karena setiap hari dilalui truk bermuatan berat. Jika hal ini tidak ditangani maka pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan limbah marmer akan semakin parah saja. Salah satu solusinya yaitu memanfaatkannya kembali untuk didaur ulang menjadi barang yang berguna, namun sampai saat ini masih belum ada yang memanfaatkan sampah plastik dan limbah marmer secara maksimal. Padahal, jika dimanfaatkan hal ini dapat menguntungkan bagi semua pihak. Dari beberapa permasalahan tersebut kemudian muncul ide untuk memanfaatkan kedua barang tersebut sebagai bahan baku ornamen bangunan untuk salah satu solusi penanganan lingkungan. B. Tujuan 1. Untuk menangani masalah pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan limbah marmer. 2. Untuk mengetahui pemanfaatan sampah plastik dan limbah marmer sebagai alternatif ornamen bangunan. 3. Untuk mengetahui proses pendaurulangan sampah plastik dan limbah marmer sebagai ornamen bangunan untuk solusi penanganan lingkungan. 4. Untuk mengetahui nilai ekonomis sampah plastik dan limbah marmer sebagai alternatif ornamen bangunan untuk solusi penanganan pencemaran lingkungan. C. Manfaat 1. Bagi masyarakat, untuk memberikan pengetahuan pendaurulangan sampah plastik dan limbah marmer sebagai ornamen bangunan untuk solusi penanganan lingkungan. 2. Bagi pengusaha, dapat memberikan manfaat sebagai salah satu alternatif dalam mengembangkan usaha pembuatan ornamen bangunan berbahan baku campuran olahan sampah plastik dan limbah marmer untuk solusi penanganan pencemaran lingkungan. 3. Bagi penulis lain, karya ilmiah ini dapat memberikan informasi untuk melakukan kajian lebih lanjut tentang pendaurulangan sampah plastik dan limbah marmer sebagai bahan baku alternatif ornamen bangunan untuk penanganan pencemaran GAGASAN A. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan Saat ini, penggunaan plastik sangat luas karena plastik merupakan bahan yang praktis, kuat, tahan lama, ringan dan dapat dibentuk apa saja. Plastik merupakan polimer, namun masyarakat umum lebih mengenal polimer dengan nama plastik. “Polimer adalah molekul raksasa yang biasanya memiliki bobot molekul tinggi, dibangun dari pengulangan unit-unit. Molekul sederhana yang membentuk unit-unit ulangan ini dinamakan monomer. Sedangkan reaksi pembentukan polimer dikenal dengan istilah polimerisasi Hart, 1983”. Zat yang terkandung didalam plastik salah satumya adalah vinilklorida dan akrilonitril. Zat ini dapat menyebabkan kanker tiroid, uterus dan lever pada hewan. Juga dapat menimbulkan cacat lahir pada tikus yang memakannya. Monomer lain pada plastik seperti akrilat,stirena dan metakrilat dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan. Plastik merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan – bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. “Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 100 hingga 500 tahun agar dapat terdegradasi dengan sempurna I Made Arcana,2009”. Di dalam kehipuan sehari – hari, khususnya di Indonesia penggunaan bahan plastik dapat ditemukan di hampir seluruh aktivitas kehidupan. Dengan jumlah penduduk 220 juta jiwa atau peringkat keempat di dunia, boleh jadi Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Apalagi pembatasan penggunaan kantong plastik belum digarap secara baik oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup KLH. “Padahal data KLH menunjukkan dari total volume timbunan sampah di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia yang mencapai 666 juta liter per tahun, sekitar 14 persen merupakan sampah plastik atau sebesar 93,24 juta liter per tahun Kompas,2009”. Menurut Muhammad Chairul, dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung ITB,” Polimer kimia pada plastik tidak berbahaya selama belum berupa limbah meski tidak terurai. Selain itu pembakaran plastik yang tidak sempurna, di bawah 800 derajat Celsius, akan membentuk dioksin. Senyawa dioksin dapat memicu kanker, hepatitis, pembengkakan hati, dan gangguan sistem saraf Kompas,2008.” Selama ini memang telah ada upaya untuk mendaur ulang sampah plastik yang dilakukan oleh pemulung dan industri pendaur ulang plastik,namun belum semua dapat tertangani. Menurut Tomridjo dari Dana Mitra Lingkungan,”Teknik daur ulang yang lebih baik adalah dengan proses pencampuran, yaitu mencampurkan semua jenis plastik dalam extruder yang melelehkannya pada suhu tertentu kemudian dimasukkan dalam cetakan yang sesuai dengan produk yang diinginkan 2009.” Mengolah limbah plastik bisa menggunkan air superkritis atau supercritical hydrogen dioxide ScH2O. “Air pada kondisi superkritis, yaitu di atas suhu 374 derajat Celsius dan tekanan di atas 220 atmosfer me miliki sifat yang berbeda dengan air pada kondisi normal atau suhu kamar dan tekanan atmosfer. Pada kondisi yang superkritis, air mampu melarutkan dan mendekomposisi senyawa organik, termasuk plastik dan gas. Plastik yang4 terdekomposisi akan menghasilkan senyawa dasar penyusunnya, yaitu monomer yang selanjutnya dapat digunakan kembali sebagai bahan baku plastik dengan kualitas yang sama Mohamad Yusman dan Tusy A Adibroto,2009 dalam Kondisi lingkungan saat ini akibat sampah plastik sudah sangat memprihatinkan. Ini diakibatkan oleh jumlah kebutuhan plastik yang sangat tinggi sehingga menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan tinggi pula. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup KLH volume timbunan sampah plasik di Indonesia mencapai 93,24 juta liter per tahun. Apabila hal ini tidak di cegah maka akan berdampak negatif pada lingkungan. Dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik sangat banyak. Sampah plastik mencemari tanah, air tanah dan hewan bawah tanah. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing sehingga menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk tersebut yang mampu meyuburkan tanah. Sampah plastik juga mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah sehingga resapan air menjadi terhambat. Sampah plastik juga mencemari sungai. Sampah plastik yang menyumbat aliran air sungai menyebabkan banjir di musim penghujan. Selain itu, sampah plastik mengeluarkan zat yang berbahaya bagi organisme – organisme hewan di air sehingga menyebabkan hewan – hewan tersebut mati. Sampah platik yang dibiarkan menumpuk akan menjadi tempat bersarangnya berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu perlu adanya penanganan lebih lanjut terhadap masalah ini. Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. “Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 30–60 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier Puluhan perusahaan marmer setiap hari mengebom gunung, memecah batu marmer dan memolesnya sebagai barang siap jual yang dipasarkan hingga ke mancanegara. Namun, dalam proses itu, perusahaan marmer juga menghasilkan volume limbah marmer yang tidak sedikit, bahkan tergolong melimpah pula, misalnya saja di daerah Tulungagung. Dalam sekali produksi volume limbah yang dihasilkan diperkirakan 5-10%. Jika sebuah perusahaan memproduksi 20 ton per hari berarti volume limbah yang dihasilkan sekitar 1-2 ton per hari. Itu merupakan jumlah yang tidak sedikit. Pecahan-pecahan kecil dari bongkahan atau hasil olahan yang rusak itu biasanya tidak dimanfaatkan lagi oleh perusahaan marmer. Limbah ini diletakkan begitu saja di daerah tambang. Oleh masyarakat di sekitar area pabrik, seperti di Desa Besuki, Kabupaten Tulungagung, pecahan kecil batu marmer ini digunakan sebagai pengganti aspal untuk menutup jalanan berlubang. Selain itu limbah marmer yang tidak terpakai ini malah mencemari sungai disekitarnya. Sungai yang tercemar limbah marmer ini airnya menjadi bewarna coklat kekuning-5 kuningan dan tidak baik untuk digunakan untuk mencuci ataupun dimasak untuk air minum. Jadi masalah ini perlu ditangani agar hal ini tidak terus bekelanjutan. Ornamen merupakan salah satu seni hias yang paling dekat dengan kriya apalagi jika dikaitkan dengan berbagai hasil produknya, oleh karena itu untuk membuat dan mengembangkan atau merintis suatu keahlian pada bidang kriya peranan ornamen menjadi sangat penting. Disamping itu dalam hal hias-menghias, merupakan salah satu tradisi masyarakat di Indonesia yang tidak kalah pentingnya dan tidak dapat dipisahkan dengan cabang-cabang seni rupa lainnya. “Peranan ornamen sangat besar, hal ini dapat dilihat dalam penerapannya pada berbagai hal meliputi bidang arsitektur, alat-alat upacara, alat angkutan, benda souvenir, perabot rumah tangga, pakaian dan sebagainya, untuk memenuhi berbagai aspek kehidupan baik jasmaniah maupun rokhaniah Seriyoga, 2009.” Untuk mempelajari dan menghayati bentuk serta arti seni ornamen, terlebih sampai pada sejarah, makna simbolis, gaya, jenis, cara pengungkapan, fungsi atau penerapannya pada suatu benda atau bangunan dan lain-lain, diperlukan suatu pengetahuan serta kemahiran skill tertentu dan waktu yang panjang, mengingat seni ornamen mempunyai berbagai aspek seperti jenis motif, corak, perwatakan, nilai, teknik penggambaran, dan penerapan yang berbeda-beda. Di karya ilmiah ini ornamen yang dimaksud, digunakan untuk hiasan bangunan. Menurut tata letaknya ornamen dapat dibedakan menjadi 2 yaitu ornamen eksterior dan ornamen interior. Secara garis besar yang dimaksud dengan ornamen eksterior yaitu ornamen yang digunakan di luar ruangan, sedangkan ornamen interior yaitu ornamen yang digunakan di dalam ruangan. Ornamen memiliki peranan yang tidak dapat dipisahkan dari nilai estetika sebuah bangunan. Tanpa ornamen sebuah bangunan dirasa kurang sempurna. Hal ini dikarenakan ornamen merupakan faktor pendukung dari bangunan itu sendiri yang syarat akan nilai estetika yang ditampilkannya. Jadi, agar bangunan memiliki nilai keindahan, ornamen sangatlah penting sekali untuk digunakan. B. Solusi yang Pernah Diterapkan Salah satu solusi yang pernah diterapkan untuk menangani sampah plastik yaitu daur ulang. Daur ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R Reuse, Reduce, and Recycle. Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri.”Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu sampah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana,6 yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya Sasse et al, 1995 .” “Syafitri 2001 terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan negara maju, tetapi dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah. Sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi”. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia. Saat ini banyak masyarakat yang mendaurulang sampah plastik menjadi sebuah produk kerajinan tangan. Dari sampah tersebut, dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tas, sendal, dompet dan lain sebagainya. LIPI juga pernah melakukan percobaan dari sampah plastik untuk membuat bata ringan dengan mengkombinasi bata biasa dengan serbuk gergaji, serbuk kelapa, sampah plastik, dan stereofom, tetapi kekuatan bahannya lebih rendah. Dan ada juga yang mengolah sampah plastik untuk digunakan sebagai briket namun perlu diwaspadai sampah plastik yang dibakar dibawah suhu 800 derajat celcius akan membentuk senyawa dioksin. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker, hepatitis, pembengkakan hati, dan gangguan sistem saraf Kompas,2008. Limbah marmer merupakan hasil sisa olahan marmer yang tidak digunakan kembali. Limbah ini oleh pihak industri atau pengrajin tidak digunakan lagi atau hanya di buang saja. Dan limbah ini kemudian mencemari sungai-sungai yang ada disekitar tempat tersebut. Sungai yang sudah tercemar airnya menjadi bewarna coklat kehitaman dan tidak bisa digunakan kembali untuk kebutuhan sehari-hari misalnya untuk mencuci atau dimasak untuk air minum. Limbah marmer ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh masyarakat sekitar, limbah marmer ini biasanya digunakan untuk menutupi jalan berlubang. Dan kadang-kadang limbah ini cuma digunakan untuk mengurug tanah yang landai. Selain itu, ada beberapa masyarakat yang memanfatkan limbah ini hanya sebagai campuran pondasi rumah dan campuran spesi untuk bangunan. Padahal jika masyarakat tahu limbah ini bisa dimanfaatkan secara optimal. C. Perbaikan Solusi Terdahulu Setelah melihat dan menimbang dari beberapa data sebelumnya, muncul ide untuk menggabungkan kedua bahan tersebut menjadi alternatif ornamen bangunan sebagai salah satu solusi penanganan pencemaran lingkungan. Karena kedua bahan tersebut sampai saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Marmer dari dulu digunakan sebagai ornamen bangunan jadi limbah marmer pun juga bisa digunakan sebagai bahan untuk pembuatan ornamen. Selain itu sampah plastik memiliki sifat mengikat dan mengeraskan. Fungsinya sampah plastik disini yaitu untuk mengikat dan mengeraskan limbah marmer sehingga dapat tercipta sebuah ornamen bangunan dari sampah plastik dan limbah marmer tersebut. Produk yang dihasilkan dari olahan sampah plastik dan limbah marmer ini harganya lebih ekonomis. Secara sepintas saja dapat dilihat dari bahannya yang terbuat dari sampah dan limbah yang memiliki harga sangat rendah. Tidak hanya itu saja nilai estetika yang dihasilkan dari produk ini juga sangat baik karena7 bahannya terbuat dari limbah marmer. Walaupun berupa limbah tetapi dengan pengolahan yang bagus akan dihasilkan suatu produk alternatif ornamen bangunan yang indah dan berkualitas yang tidak kalah dengan ornamen – ornamen lain misalnya seperti ornamen dari batu alam. Selain itu diharapkan sebuah gagasan ini dapat memperbaiki beberapa solusi yang telah ada. Sehingga kedepannya pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan limbah marmer dapat dikurangi dan tidak mencemari lingkungan. D. Partisipasi Untuk pengembangan gagasan ini diperlukan partisipasi dan dukungan dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat, pengusaha, peneliti atau penulis lain dan dari beberapa media seperti media cetak dan elektronik. Pemerintah diharapkan mendukung dan memperhatikan para penulis atau peneliti yang ingin mengeluarkan gagasannya sehingga aspirasinya dapat terwadahi. Masyarakat diharapkan dapat mengerti dan mengetahui tentang pemanfaatan sampah plastik dan limbah marmer sebagai bahan baku alternatif pembuatan ornamen bangunan. Bagi para pengusaha, agar melakukan analisis terhadap produk ini dan diharapkan dapat menjadi ide untuk membuka peluang usaha baru. Bagi peneliti lain, diharapkan melakukan kajian lebih lanjut terhadap hal ini. Dan bagi media, supaya menyebar luaskan hal ini kepada semua masyarakat melalui media tersebut. Semua partisipasi dan dukungan sangat diharapkan untuk mendukung gagasan ini. Diharapkan kedepannya hal ini bisa diterapkan dan dapat bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat. Dan juga yang paling terpenting hal ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan limbah marmer tersebut. E. Langkah Strategis untuk Mengimplementasikan Gagasan Pendaurulangan sampah plastik maupun limbah marmer sudah pernah dilakukan saat ini, namun bagaimana jadinya jika kedua barang tersebut dipadukan sebagai bahan baku pembuatan ornamen bangunan. Pada dasarnya sampah plastik dan limbah marmer merupakan limbah yang tidak terpakai dan dibuang begitu saja padahal jika dimanfaatkan kembali hal ini akan bisa menguntungkan. Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. “Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan biji, pellet, serbuk, pecahan, limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya Sasse et al.,1995”. Dari penggabungan kedua bahan tersebut dapat dihasilkan berapa produk alternatif ornamen bangunan, antara lain 1. Ornamen dinding 2. Ornamen pagar bata hias8 3. Carport Proses pengolahan sampah plastik dan limbah marmer sangat mudah namun dimungkinkan membutuhkan peralatan yang canggih. Prosesnya tidak rumit dan tidak banyak mengeluarkan tenaga kerja. Proses pengolahan sampah plastik dan limbah marmer, adalah sebagai berikut 1. Bersihkan terlebih dahulu sampah plastik tersebut. 2. Lelehkan sampah plastik dengan cara di panaskan dalam tempat atau mesin yang tertutup. 3. Setelah itu, campurkan dengan limbah marmer yang berbentuk pecahan- pecahan kecil dengan perbandingan 1 plastik 3 marmer. 4. Campur dan aduk kedua bahan tersebut hingga merata. 5. Masukkan ke dalam cetakan yang sudah di bentuk sesuai dengan keinginan. 6. Press dengan alat pengepress. 7. Keluarkan dari alat cetakan dan biarkan sampai mengeras. Sampah plastik dan limbah marmer pada awalnya hanya di pandang sebagai barang yang tidak bernilai jual yang tinggi. Hal ini dikarenakan sampah plastik dan limbah marmer sudah tidak memilki nilai fungsi yang memadai dan nilai jual yang rendah. Sampah plastik pada umumnya merupakan sampah yang paling mudah di dapatkan. Hal ini ditunjukkan oleh harga sampah plastik yang murah. Misalnya harga sampah plastik kemasan air mineral perkilogram hanya Rp 300,00 – Rp 700,00 Suparno, 2009. Selain sampah plastik kemasan air mineral, masih ada berbagai sampah plastik lain yang dapat dimanfaatkan. Banyak industri marmer di Indonesia seperti yang terdapat di daerah Tulungagung yang banyak memproduksi marmer, sehingga menghasilkan banyak limbah marmer pula. Harga limbah marmer dipasaran pada umumnya 1 truk diperkirakan berkisar Rp – Rp 100,000,00. Mahalnya batu alam sebagai bahan ornamen merupakan salah satu faktor untuk penulisan karya ilmiah ini. Misalnya harga batu alam dari mutu yang paling murah kira-kira Rp. per m2. Berdasarkan data tersebut dapat diperkirakan produk yang dihasilkan dari limbah plastik dan limbah marmer lebih ekonomis jika dibandingkan dengan batu alam yang digunakan sebagai ornamen. Tabel Perkiraan biaya pembuatan ornamen bangunan per m2 Biaya yang dikeluarkan Jumlah 1. Harga sampah plastik Rp. 2. Harga limbah marmer Rp. 3. Biaya pembuatan Rp. Jumlah Rp. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ornamen bangunan dari sampah plastik dan limbah marmer ini lebih murah daripada ornamen dari batu alam. Sehingga produk ornamen bangunan dari olahan kedua bahan ini dapat digunakan sebaga alternatif ornamen bangunan yang lebih ekonomis. Untuk mengimplementasikan gagasan ini dibutuhkan peranan dari pemerintah, masyarakat dan peneliti lain agar gagasan ini dapat diwujudkan dan9 bermanfaat untuk semuanya. Langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan gagasan ini antara lain 1. Proses pembuatan ornamen bangunan dari olahan sampah plastik dan limbah mamer dilakukan dengan teliti dan dilaksanakan semaksimal mungkin. 2. Hasil dari olahan sampah plastik dan limbah marmer tersebut diteliti dahulu sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. 3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung dan tidak langsung dengan menggunakan media baik media cetak, internet, TV, dan lain sebagainya. 4. Memberitahukan kepada peneliti atau penulis lain, supaya ada kajian lebih lanjut mengenai hal ini. Diharapkan hal ini dapat sesuai dengan tujuan dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Dan dapat meperbaiki solusi-solusi yang pernah ada. Sehingga alternatif ornamen bangunan dari sampah plastik dan ornamen bangunan nantinya dapat diterapkan dan diwujudkan. KESIMPULAN Kondisi lingkungan saat ini akibat sampah plastik sudah sangat memprihatinkan. Ini diakibatkan oleh jumlah kebutuhan plastik yang sangat tinggi sehingga menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan tinggi pula. Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terdegradasi secara sempurna. Butuh waktu kira – kira 100-500 tahun agar dapat diuraikan secara sempurna. Saat ini sampah plastik sudah sangat banyak jumlahnya. Di Indonesia saja diperkirakan terdapat ton sampah plastik per hari. Jadi bila tanpa adanya penanganan lebih lanjut sampah plastik ini akan semakin betambah jumlahnya dan akan semakin membahayakan lingkungan. Limbah marmer merupakan hasil sisa olahan marmer yang tidak digunakan kembali. Limbah ini oleh pihak industri atau pengrajin tidak dimanfaatkan lagi. Limbah ini juga mencemari lingkungan. Sungai yang tercemar oleh limbah marmer, warnanya menjadi coklat kekuning-kuningan sehingga tidak baik untuk digunkan untuk mencuci ataupun dimasak untuk air minum. Padahal jika masyarat mengerti limbah ini dapat dimanfaatkan kembali. Oleh sebab itu perlu adanya penanganan untuk masalah ini. Salah satu solusinya yaitu mendaurulangnya menjadi suatu barang yang bermanfaat. Kemudian muncul ide untuk menggabungkan kedua limbah ini sebagai bahan baku pembuatan alternatif ornamen bangunan yang ekonomis dan diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan limbah marmer tersebut. Untuk mengimplementasikan gagasan ini dibutuhkan peranan dari pemerintah, masyarakat dan peneliti lain agar gagasan ini dapat diwujudkan dan bermanfaat untuk semuanya. Langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan gagasan ini antara lain, proses pembuatan ornamen bangunan dari olahan sampah plastik dan limbah mamer dilakukan dengan teliti dan dilaksanakan semaksimal mungkin, hasil dari olahan sampah plastik dan limbah marmer tersebut diteliti dulu sebelum disosialisasikan kepada masyarakat,10 melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung dan tidak langsung dengan menggunakan media baik media cetak, internet, TV, dan lain sebagainya, memberitahukan kepada peneliti atau penulis lain, supaya ada kajian lebih lanjut mengenai hal ini. Manfaat yang akan diperoleh dari alternatif ornamen bangunan dari olahan sampah plastik dan limbah marmer ini yaitu terciptanya suatu produk alternatif ornamen bangunan sebagai salah satu solusi pencemaran lingkungan, memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pendaurulangan dan pemanfaatan sapah plastik dan limbah marmer, memberikan pengetahuan kepada para pengusaha sehingga dapat digunakan sebagai salah satu peluang usaha, dan untuk para peneliti lain, hal ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk melakukan kajian lebih lanjut tentang alternatif ornamen bangunan dari olahan sampah plastik dan limbah marmer ini. DAFTAR PUSTAKA Arcana, 2009. Perang Melawan Sampah Oktober 2009 Badan Pusat Statistik BPS. 1999. Volume perdagangan plastik impor di Indonesia . BPS. Jakarta. Yahoo groups. 2009. Banyaknya Industri Marmer. 21 Oktober 2009 Alamendah. 2009. Dampak Plastik Terhadap Lingkungan. lingkungan 15 Oktober 2009 Wikipedia. 2009. Daur Ulang. 15 Oktober 2009 Fajar. Marmer. 20 Oktober 2009 Hartono . 1998. Komposisi Sampah Atau Limbah. buku .com/ 2009/01/02/ pengolahan limbah plastik dengan metode daur ulang recycle 15 Oktober 2009 Hart. 1983. Organic Chemistry, a Short Course. 6th Ed. Michigan Houghton Mifflin. Wikipedia. 2009. Marmer. 21 Oktober 200911 Tekmira. 2009. Marmer dan Batu Pualam =23&comm=Marmer 21 Oktober 2009 Sukunan. 2010. Mengubah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan.. engubah-sampah-plastik-menjadi-produk-kerajinan 10 Februari 2010 Muhib, A. 2007. Kekuatan Bahan. Yogyakarta Andi. Sasse et al. 1995. Pemanfaatan Limbah Plastik. buku .com/ 2009/01/02/ pengolahan limbah plastic dengan metode daur ulang recycle 15 Oktober 2009 Penemuan Bata Ringan. Februari 2010 Syafitri . 2001. Pemanfaatan Limbah Plastik . buku .com/ 2009/01/02/ pengolahan limbah plastic dengan metode daur ulang recycle 15 Oktober 2009 Mengenal Ornamen. 15 Oktober 2009 Vlack, Ilmu dan Tekhnologi Bahan Terjemahan Edisi keempat. Jakarta Erlangga12 DAFTAR RIWAYAT HIDUP 1. Daftar Riwayat Hidup Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Feri Efendi b. NIM 309522319003 c. Tempat, Tanggal Lahir Tulungagung, 12 Januari 1991 d. Alamat Jl. Jambu, Kepuh, Boyolangu, Tulungagung e. No. Telp. / Hp. 085655799629 f. Alamat email [email protected] g. Orang Tua - Ayah Maryono - Ibu Nurdayati h. Riwayat Pendidikan - TK TK Dharma Wanita Kepuh Tulungagung 1996 -1997 - SD SDN Kepuh 01 Tulungagung 1997-2003 - SMP SLTP Negeri 02 Tulungagung 2003-2006 - SMA SMK Negeri 03 Boyolangu Tulungagung 2006-2009 - PT Universitas Negeri Malang UM 2009-sekarang i. Penghargaan karya tulis yang pernah diraih - Juara 1 LKTI tingkat Jurusan Teknik Sipil 2009 - Juara 2 LKTI tingkat Fakultas Teknik 2009 Ketua Pelaksana Feri Efendi NIM 3095223190013 2. Daftar Riwayat Hidup Anggota Pelaksana a. Nama Aris Wibowo b. NIM 107521412524 c. Tempat, Tanggal Lahir Sragen, 08 November 1988 d. Alamat Kec. Gondang, Kab. Sragen e. No. Telp. / Hp. 08563458329 f. Alamat email [email protected] g. Orang Tua - Ayah Cipto Marsono - Ibu Siti Halimah h. Riwayat pendidikan - TK Pertiwi III Tunggul Sragen 1994-1995 - SD SD N Tunggul II Sragen 1995-2001 - SMP SLTP N 1 Gondang Sragen 2001-2004 - SMA SMU N I Gondang Sragen 2004-2007 - PT Universitas Negeri Malang UM 2007-sekarang i. Penghargaan karya tulis yang pernah dicapai - Anggota Pelaksana, Aris Wibowo NIM 10752141252414 3. Daftar Riwayat Hidup Anggota Pelaksana j. Nama Widya Karya Kusumawati k. NIM 309522318999 l. Tempat, Tanggal Lahir Balikpapam, 27 Januari 1991 m. Alamat Jl. Projakal Graha Indah Blok U/ Balikpapan n. No. Telp. / Hp. 085654127736 / 081347101150 o. Alamat email [email protected] p. Orang Tua - Ayah R. Dwi Sanyoto - Ibu Wuryani q. Riwayat pendidikan - TK TK Kartika IV Balikpapan 1996-1997 - SD SD Negeri 021 Balikpapan 1997-1999 SD Negeri 043 Balikpapan 1999-2003 - SMP SMP Negeri 1 Balikpapan 2003-2006 - SMA SMA Negeri 1 Balikpapan 2006-2009 - PT Universitas Negeri Malang UM 2009-sekarang r. Penghargaan karya tulis yang pernah dicapai - Juara 1 LKTI tingkat Jurusan Teknik Sipil 2009 - Juara 2 LKTI tingkat Fakultas Teknik 2009 Anggota Pelaksana, Widya Karya K NIM 30952231899915 LAMPIRAN Gambar Pencemaran lingkungan yang sebagian besar akibat sampah plastik Gambar Timbunan sampah menyebabkan tempat bersarangnya wabah penyakit16 Gambar Tambang batu marmer Gambar Contoh ilustrasi ornamen bangunan hasil olahan sampah plastik dan limbah marmer

karya tulis ilmiah tentang limbah